Rabu, 16 Maret 2011

Cinta yang terlambat

Tujuh tahun yang lalu
mengapa hati ini masih buta
untuk mengenal angka dua tambah tiga
makin lama nilai itu kian nyata
namun tak terbiasa buat menyebutnya
kini, bagai seorang pahlawan
kupaparkan ia dalam bentuk angka lima
dalam arti kasih pertama
kunanti dengan sejuta harap dan tanya...
kenyataan kudapati kini,
hati yang telah terisi dan terpatahkan
mengapa tak nampak olehku semula
tembok derita berdiri megah
dan tak kuasa untuk kugoyahkan

kini.... aku kembali bagai seorang pahlawan kalah perang pada medan yang berlainan
membawa hati yang hancur dan hampa akibat...cinta yang terlambat
(01 januari 2010, kado tahun baru yg menyenangkan)
pernah gue posting @ www.kemudian.com/ade alpenliebe

I'am sorry good bye..

Aku muak dengan cinta dewasa yang hanya dipenuhi oleh nafsu dan kemunafikan
selalu mencari kesalahan pasangan untuk menutupi kesalahan yg dibuat oleh diri sendiri,
ibarat maling teriak maling !
harga diripun hilang seiring tercecernya urat malu yg entah jatuh dimana..
umur memang tidak bisa menjamin kedewasaan seseorang tapi setidaknya umur harus dijadikan acuan untuk menjadi seseorang yang lebih baik dari hari kemarin bukan malah sebaliknya !!
harus kuhilangkan rasa yg masih ada agar luka di hati tidak semakin melebar dan menganga
tak perlu aku berpaling ke masa lalu
dan lebih tak perlu lagi aku memilih untuk tetap bertahan bersamamu !!!
(28 may 2008, pernah gue posting @ www.kemudian.com/ade alpenliebe)

Selasa, 15 Maret 2011

Asmara

Kemarau yg panjang seperti tak pernah berakhir
mata hati terluka !!!
bayangmu semakin redup
pedih kumenanti....akankah berakhir...?!
airmata yang tak henti-hentinya menetes
sebagai saksi bisu bahwasannya tak semudah dan tak segampang yang selama ini aku sangka tentang ASMARA...
ternyata asmara itu...
tak mudah, tak gampang dan tak secengeng yang kukira !!
andai cinta itu tak sepatah katapun berdusta
tak meninggalkan setetespun air mata hingga melukai rasa yang ada
pabila sebuah makna cinta dapat tercipta darimu untukku
dan kaupun mampu artikan aku utuh
bukan karna terpaksa,
tapi hatimu memang bergetar untukku...
maafkan jika selama ini aku tak bisa menjadi yg terbaik bagimu
maafkan jika selama ini aku hanya bisa menjadi orang biasa
lalu salahkah ??
jika kini aku memilih tertawa bersama rembulanku saja ?!
jika kini aku memilih bercerita bersama pelitaku saja ?!
pabila aku lelaki,
tegar seperti karang !!
takkan rapuh jiwa ini...
dan luka itu...takkan pernah ada !!!
(28 April 2008, pernah gue posting @ www.kemudian.com/ade alpenliebe)